
"Ngapain sekolah tinggi kalo toh akhirnya nganggur juga?" kamu pasti sering denger celoteh tetangga, sodara, temen atau ortu bilang gitu. Kamu juga tahu, kuliah nggak ngejamin masa depanmu cerah. Karena begitu kamu lulus, belum tentu langsung ngantor dengan salary dan fasilitas yang oke.
Nggak... nggak semudah itu, Man! yang ada, begitu lulus, kamu malah jadi beban negara dengan bertambahnya pengangguran intelektual. Apalagi, kalo kamu kuliahnya ngasal, Jangan ngimpi deh, kamu ngeraih apa yang kamu mau!
Ubahlah cara pandangmu terhadap kuliah. Rombaklah gaya belajarmu biar kamu nggak sekadar ngampus. Pokoknya, kamu bakal tahu kalo kuliah itu masa pembelajaran hidup dan masa depanSo, kuliah Nggak sekadar Ngampus, kan?!
Download Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Kuliah Nggak Sekadar NGAMPUS! By Bambang Q-Anees [2,73 Mb]Password: ferdinandRatings:
4.5
Baca selengkapnya »

Berita buruk itu datang. Sai tiba-tiba menjadi yatim piatu dan harus pindah dari asrama ke rumah kakek yang tak pernah dikenalnya, sang hakim. Di rumah tua di kaki Gunung Kanchenjunga, Himalaya, itulah sai mengenal Gyan, sang guru matematika, dan jatuh hati padanya. Tetapi mereka bak bumi dan langit, Sai yang berpendidikan barat dengan Gyan yang sangat tradisional. Sang hakim yang awalnya khawatir kehadiran Sai akan merusak ketenangannya, akhirnya malah teringat kepada masa mudanya, seorang pemuda India yang berusaha keras menjadi pria Inggris, namun pada akhirnya tak merasa menjadi bagian dari apa pun.
Di rumah itu pula tinggal juru masak sang hakim. Putranya, Biju, berhasil pergi ke Amerika namun ternyata dia harus mati-matian bertahan hidup sebagai imigran gelap di Kota New York, demi mewujudkan mimpi dan kebanggaan sang ayah. Sampai ketika terjadi kerusuhan di Kalimpong, dan ayahnya tak bisa dihubungi, dia memutuskan pulang ke India, ke negeri yang dulu tak sabar ingin ditinggalkannya.
Karakter-karakter menakjubkan dari novel ini bagai cermin, mengingatkan kepada diri kita sendiri.
Inilah cerita mengenai mereka yang miskin dan lugu, mereka yang terhormat namun merasa terasing, karena mereka terbelah antara budaya timur dan barat, dan senantiasa mempertanyakan mana yang lebih baik: tradisi atau modernisasi?Download Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Senja di Himalaya: The Inheritance of Loss By Kiran Desai [1,04 MB]Password: ferdinandRatings:
4.5
Baca selengkapnya »

Ketika masih bayi, kita merasa aman dan nyaman dalam gendongan ibu, Itu karena kita menaruh kepercayaan seratus persen bahwa ibu selalu ada setiap kita membutuhkannya. Saat kita beranjak dewasa, ibu pun selalu ada untuk kita. Kita memercayainya tanpa keraguan secuil pun. Segala yang ia katakan kita percayai sebagai kebenaran, terlepas ia salah atau benar. Pada gilirannya, kita melebarkan kepercayaan ini ke pejabat-pejabat publik dalam komunitas. Ketika masuk sekolah kita menaruh kepercayaan pada guru-guru dan yakin apa pun yang mereka ajarkan adalah demi tujuan terbaik. Kita juga menaruh kepercayaan pada guru-guru dan yakin apapun yang mereka ajarkan adalah demi tujuan terbaik. Kita juga menaruh kepercayaan kepada petugas kepolisian dan selalu memandang mereka sebagai orang-orang baik yang selalu setia menegakkan hukum dan tak akan berbuat buruk.
Pemimpin dan politisi negara menjadi teladan dan simbol hal-hal yang mesti kita perjuangkan sekiranya kita hendak menjadi manusia sejati. Kita tak pernah menyangsikan motif seorang presiden lantaran percaya bahwa masyarakat yang baik mendukungnya dan kepadanyalah sepatutnya kita menatuh kepercayaan.
Sementara itu, media berita merupakan jembatan komunikasi yang menghubungkan segala yang ada di dunia ini dengan kita. Dengan menyimak media, kita merasa "tersambung" dengan segala peristiwa yang tengah berkecamuk, baik di negara sendiri maupun diseluruh penjuru dunia. Kita percaya pada media sepenuhnya (selayaknya kepada ibu) dan tak pernah berpikir bahwa mereka tega menjebloskan kita sehingga percaya pada sesuatu yang tidak benar atau tidak tepat.
Namun siapa nyana, media televisi barat (baca: Amerika) bisa menjadi salah satu penipu terbesar dalam sejarah modern?Download Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Dosa Dosa Media Amerika: Mengungkap Fakta Tersembunyi Media Barat By Jerry D. Gray [1,19 MB]Password: ferdinandRatings:
4.5
Baca selengkapnya »
Dalam situasi global yang terus berubah ini, terdapat kebutuhan mendesak akan dialog antara berbagai tradisi keimanan. Dialog semacam itu dapat mengambil berbagai bentuk dan subjek. Wacana sains-agama dari prespektif agama-agama adalah salah satunya. Cara ini dapat membangun jalan baru menuju kesadaran yang makin tajam akan Tuhan, manusia, dan alam yang menjadi tempat tinggal kita semua.
Buku ini menghadirkan pandangan para ilmuan dari dua tradisi agama besar: Islam dan Kristen. Mereka mendialogkan pelbagai modus hubungan antara sains dan agama sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang asal-usul dan tujuan dari kehidupan dan alam semesta.
Buku ini merupakan suatu upaya untuk menyuguhkan sebuah pandangan umum tentang berbagai perspektif Kristen dan Islam mengenai hubungan antara iman dan sains pada umumnya, dan antara dua tradisi agama besar dan beberapa aspek dan kosmologi modern dan bioetika.
Kerja sama ini mencoba menjawab beberapa persoalan mendesak pada bidang sains dan agama. Keduanya memiliki impak yang global, memiliki kekuatan yang dahsyat, dan mengklaim dapat memberikan jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan ultimat yang pernah dihadapi umat manusia. Persoalan-persoalan ini menjadi mendesak karena sains dan agama adalah dua kekuatan terpenting yang membentuk kehidupan kontemporer di berbagai belahan dunia saat ini.
Download Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Tuhan, Alam, Manusia: Perspektif Sains dan Agama By Ted Peters, Muzaffar Iqbal dan Syed Nomanul Haq [1,11 MB]Password: ferdinandRatings:
5
Baca selengkapnya »
Buku yang komprehensif dan sangat menarik ini memuat setiap bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk membantu Anda menguraikan pesan-pesan misterius hingga sinyal-sinyal bahaya yang dikirimkan tubuh Anda kepada Anda.Mulai dari rambut yang mudah patah hingga rambut yang tumbuh di mana-mana, gigi kecokelatan, mata yang tidak sama, kuku yang retak-retak, puting terbalik, dan gas perut yang berlebihan, tubuh kita terus-menerus menyampaikan tanda-tanda yang berhubungan dengan keadaan kesehatannya. Seringkali kita merespons tanda-tanda ini dengan lari ke toko obat, atau malah tidak berbuat apa-apa sama sekali. Atau, di saat yang lain Anda mungkin pergi ke dokter, atau bahkan ke unit gawat darurat.
Bersumber dari berbagai penelitian terbaru dan diawasi oleh sebuah panel yang berisi pakar-pakar kesehatan, buku ini berisi berbagai informasi penting dan seringkali menghibur mengenai segala sesuatu yang ingin Anda ketahui soal tubuh Anda—tapi selama ini Anda segan menanyakannya.
“Body Signs adalah buku yang sempurna bagi orang-orang yang terpesona pada tubuh manusia dan cara kerjanya. Bacalah dan Anda akan tahu apa yang harus dicemaskan dan apa yang perlu diabaikan.”
—Barbara Kantrowitz, penulis-pendamping Is It Hot in Here? Or Is It Me?“Buku ini lucu, informatif, dan berpotensi menyelamatkan hidup Anda.”
—Joel Gurin, mantan Direktur Editorial, Consumer Reports“Buku ini mudah dibaca dan berguna bagi setiap orang. Saya banyak belajar tentang fakta-fakta medis yang mengagumkan!”
—Gayatri Devi, Presiden Dewan Nasional tentang Kesehatan PerempuanDownload Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Body Sign By Joan Liebmann Smith, Ph. D. Dan Jacqueline Nardi Egan [2,14 MB]Password: ferdinandRatings:
4.5
Baca selengkapnya »
Bagaimana menjadi hebat dalam suatu bidang yang di dalamnya kegagalan begitu mudah terjadi? Penulis buku laris Komplikasi mengungkap bagaimana keberhasilan tercapai dalam suatu profesi yang rumit dan penuh risiko, lewat berbagai kisah kegagalan dan keberhasilan kedokteran Sembari menghadapi kelelahan, keterbatasan sarana, dan ketidaksempurnaan kemampuan dalam segala hal yang kita lakukan, kita semua berusaha bekerja sebaik-baiknya.Namun, dalam dunia kedokteranlah dorongan untuk bisa berbuat sebaik mungkin mencapai puncaknya, karena tiap keputusan menyangkut hidup-mati manusia. Atul Gawande menelusuri bagaimana para dokter berusaha mempersempit kesenjangan antara harapan terbaik dan pekerjaan yang benar-benar dilakukan, sambil menghadapi berbagai rintangan yang sering tampak tak dapat dilewati.
Gawande bukan sekadar dokter bedah biasa; ia tak hanya mampu membedah pasien, tapi juga membedah hal-hal yg terjadi di bangsal, di ruang operasi, dan di dalam hati para dokter, bahkan untuk hal-hal yang tabu untuk dibicarakan. Kisah-kisahnya tentang kecermatan, gagasan cemerlang, dan makna berbuat sebaik mungkin membawa kita ke tenda bedah medan perang di Irak, ruang persalinan di Boston, wabah polio di India, dan persidangan malapraktik di seantero Amerika Serikat.
Gawande juga membahas dilema etis keterlibatan dokter dalam hukuman suntik mati, meninjau pengaruh uang dalam kedokteran modern, dan menceritakan sejarah mencuci tangan yang ternyata penuh ketegangan. Dan, sebagaimana dalam semua karya tulisnya, ia memberikan pandangan orang dalam atas kehidupan dokter bedah, laporan langsung yang jujur mengenai pekerjaan dalam bidang di mana kesalahan adakalanya tak terhindarkan dan tak terduga.
Better adalah tamasya menarik yang disampaikan oleh "seorang penulis dengan pena pisau bedah dan mata sinar-X" (Time). Penelusuran Gawande atas tindak-tanduk para profesional medis dan bagaimana mereka berubah dari 'lumayan' ke 'hebat' memberikan wawasan langka mengenai syarat dan wahana keberhasilan yang bisa diteladani segala bidang kehidupan.
---
"Better adalah masterpiece, serangkaian kisah dari dalam tembok rumah sakit yang justru menyampaikan hal tak terlupakan mengenai dunia di luarnya kepada kita."
-- MALCOLM GLADWELL, PENULIS BLINK--
Download Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Better: Sebuah Catatan Tentang Kinerja Seorang Dokter By Atul Gawande [681,43 KB]Password: ferdinandRatings:
5
Baca selengkapnya »
John Perkins adalah penulis asal Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan kejahatan korporatokrasi, jaringan yang bertujuan memetik laba melalui cara-cara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dari negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia. Dalam bukunya yang pertama, Confessions of An Economic Hit Man (2004) Perkins menyebut dirinya bandit ekonomi (economic hit man [EHM]) yang bekerja di perusahaan konsultan MAIN di Boston, AS. Dalam buku keduanya kali ini, Perkins membidik daerah-daerah rawan di seluruh dunia dan, berdasarkan wawancara dengan para bandit ekonomi lainnya, reporter, dan aktivis, ia menyingkap sejarah yang tersamar di balik berbagai peristiwa yang telah menciptakan Imperium Amerika, termasuk:
- Cacat pembangunan infrastruktur di Indonesia.
- Wanita bayaran yang dimanfaatkan EHM untuk melobi politikus Indonesia.
- Peran Israel sebagai “Benteng Amerika” di Timur Tengah.
- Blunder-blunder AS di Tibet, Kongo, Lebanon, dan Venezuela.
- Dampak tragis “Keruntuhan Ekonomi Asia” oleh IMF.
- Serbuan kilat jakal (agen CIA) untuk membunuh presiden-presiden yang terpilih secara demokratis.
- Bagaimana “kekalahan-kekalahan” di Vietnam dan Irak menguntungkan bisnis besar.
- Dan masih banyak lagi...
Buku ini tidak hanya membeberkan suatu konspirasi korupsi yang telah mengobarkan ketidakstabilan dan sikap anti-Amerika di seluruh muka bumi, tapi juga menawarkan berbagai solusi dan petunjuk praktis yang mudah dipahami untuk menghadapi kejahatan korporatokrasi itu. Ia mengajak warga dunia memerangi kejahatan korporatokrasi dengan berbagai jenis senjata ampuh, menyodorkan sebuah rencana yang simpatik untuk mencitrakan kembali dunia kita.
Inilah kisah dari balik layar yang dipaparkan secara memikat, bergulir laksana sebuah film yang sukses, yang dituturkan lewat mata seorang pria yang pernah membantu membentuk imperium itu.
Download Via Mediafire:Digibook Exe Version (Scan From Original Book):
E-Book Pengakuan Bandit Ekonomi By John Perkins [1,67 MB]Password: ferdinandRatings:
5
Baca selengkapnya »